Posted by: Darmawan | July 21, 2010

Tips Lulus Ujian SIM A/C

Polri kini jauh lebih baik, salah satunya terlihat saat pengurusan SIM C baru di Pusat Layanan SIM Daan Mogot. Prosesnya cepat dan total biaya yang dibutuhkan adalah sebesar 125.000, persis sama dengan yang terpampang di website Ditlantas Polri, silahkan di cek Ditlantas Polri – Forum SIM, Ditlantas Polri – Biaya SIM

Biaya pengurusan SIM C di Jakarta tahun 2010
Biaya Pembuatan SIM baru: 75.000 (berkuitansi, dibayarkan di Bank BRI)
Asuransi : 30.000 (berkuitansi)
Kesehatan : 20.000 (berkuitansi)
Administrasi : 10.000 (optional)
Sewa Motor : 5.000 (optional)
Dompet : 5.000 (optional)
Total : 145.000,-

*optional artinya bisa dibayarkan bisa tidak.

Selasa kemarin saya mengurus SIM C baru di Daan Mogot. Menurut papan pengumuman yang tertera disana, untuk proses pengurusan SIM C memerlukan waktu kurang lebih 2 jam. Pengalaman saya kemarin saya membutuhkan waktu 4 jam, karena saya gagal di test teori. Untungnya Polri memberi kesempatan kita untuk melakukan remedial test, segera setelah test teori yang pertama gagal. Test teori pertama saya nilainya 16 (dari minimum 18) kemudian test kedua menjadi 19 lulus.

Tips mudah lulus ujian SIM A/C
Sedikit tips bagi yang ingin mengurus SIM C ataupun SIM A di Daan Mogot:

1. Datang pagi-pagi
Usahakan datang sebelum jam 8.00 pagi. Jangan lupa membawa alat tulis pinsil dan pulpen (bisa beli seharga Rp 2000). Juga jangan lupa membawa fotokopi KTP 4 lembar (bisa juga fotokopi ditempat seharaga Rp 2000).

2. Test kesehatan
Tahapan pertama adalah test kesehatan (mata), segera menuju tempat test kesehatan. Atau bila bingung, segera hubungi bagian informasi, atau polisi yang bertugas dibagian depan pintu masuk untuk mengetahui tahapan pengurusan test. Biaya 20.000. Hampir dipastikan test kesehatan ini lulus.

3. Bayar-bayar
Selanjutnya bayar-bayar, biaya pembuatan SIM baru dan asuransi seperti diatas

4. Test teori
Test teori terdiri dari 30 soal dengan minimum score 18. Untuk tiap jenis SIM soalnya berbeda dan ada 9 variasi untuk masing-masing SIM A, B dan C. Test teori ini merupakan saringan pertama. Beruntung, saya bisa lulus setelah dua kali mencoba, pasalnya banyak teman-teman yang hingga 6-8 kali mencoba test teori dan masih gagal. Menariknya, Polri langsung memberikan remedial test saat itu juga, sehingga tidak perlu menunggu hingga 14 hari. Namun bila remedial test gagal, maka kita hanya diperbolehkan mengulang 14 hari berikutnya.

Soal terdiri dari 2 tipe, hafalan dan analisa. Hafalan seperti, berapa usia minimum mendapatkan SIM C, apa arti rambu, soal tipe hapalan ini merupakan penyumbang score terbesar. Tipe kedua adalah analisa, sekitar 30% rasa-rasanya adalah analisa seperti kendaraan mana yang harus maju duluan, kendaraan mana yang harus menunggu. Soal tipe analisa ini cukup membingungkan. Saking membingungkannya -mungkin karena dalam ‘real life situation’ teori-teori ini tidak mungkin diaplikasikan, maka kita harus berhati-hati betul. Tipsnya adalah buang jauh-jauh persepsi anda selama ini tentang bagaimana mengemudi di jalan raya.

5. Test praktek
Untuk test motor, ada 6 track yang harus dilalui: Angka delapan, Zigzag, Berjalan-Berhenti/rem dan putaran U. Pengalaman test kemarin, penguji hanya mewajibkan test ke 6 yang tersulit, yaitu putaran U pada jalan sempit. Untuk test praktek ini bila gagal tidak ada remedial test langsung seperti test teori. Kita diperbolehkan mengulang setelah 14 hari.

Untuk test mobil, (agak lupa 2 tahun yang lalu nih) antara lain berhenti di tanjakan, parkir paralel

6. Foto, Sidik Jari, Cetak Kartu
Nah untuk tahapan ini juga Polri semakin baik. Proses pengurusan foto, sidik jari dan cetak kartu sangat cepat. Hampir tidak ada waktu untuk menunggu. Rasa-rasanya hari itu jumlah pemohon SIM juga cukup banyak tapi proses tetap bisa berlangsung cepat. Kondisi ini jauh lebih baik dibandingkan saat saya mengurus SIM A padah tahun 2007.

Masih adakah budaya suap, pelicin, uang terimakasih dan sebagainya?
Harus diakui, selama masih banyak orang kita yang berupaya mencari jalan pintas, ingin cepat selesai maka kesempatan itu pasti ada. Bersama saya kemarin cukup banyak peserta dari lembaga kursus mengemudi atau yang didampingi dengan petugas tertentu. Biaya yang dibutuhkan berkisar
SIM C: 200-300ribu (all in, tinggal foto dan sidik jari)
SIM A: 450-500ribu (all in, tinggal foto dan sidik jari)
SIM A via kursus: 500-700ribu
Perujian, SIM C: 50-100ribu (semisal gagal di teori saja, atau gagal di praktek saja)
Perujian, SIM A: 200-300ribu (semisal gagal diteori saja, atau gagal di praktek saja)

Untuk masalah ini kita tidak bisa menyalahkan Polri saja, tapi karena permintaan ini datang dari masyarakat kita juga. Menurut pendapat saya, kalau pertimbangannya waktu pengurusan rasanya ini bukan masalah lagi ya, karena prosesnya relatif lebih cepat sekarang.

Sumber

Anjar Priandoyo
Tips mudah lulus ujian SIM A/C dan biaya pengurusannya di Jakarta 2010
website : http://priandoyo.wordpress.com/2010/01/26/tips-mudah-lulus-ujian-sim-ac-dan-biaya-pengurusannya-di-jakarta-2010/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: