Posted by: Darmawan | March 13, 2008

Internet-ku lambat bgt, Napa ya? Sejuta Alasan, Sejuta Saran, Sejuta Pemecahan

Tulisan ini demi melanjutkan (baca:melengkapi) postingan atau lebih tepatnya curhat masalah bandwidth di negeri ini yg imbasnya juga ternyata mengena ke sektor2 lokal dimana kita berada (corporate) dan bahkan ke sektor diri pribadi (pengguna personal). Tetapi benarkah ini masalah bandwidth semata?

Apa sebenarnya makhluk yg bernama bandwidth tersebut ? Di dunia analog (komunikasi analog, seperti halnya radio dan televisi saat ini) bandwidth dikenal sebagai : range frekuensi (dari min ke maks) yang digunakan oleh sinyal pembawa (carrier) informasi, satuanya hz (heartz). Tetapi di dunia digital (komunikasi digital, seperti halnya komputer dan internet) defenisinya tidak sama, dalam hal ini bandwidth adalah : jumlah bit yang dapat dikirimkan per satuan waktu. Di dunia bisnis IT ada lagi istilah bandwidth volume, yg didefenisikan sebagai ukuran besar data (space) maksimal yg boleh ditransfer oleh pelanggan melalui koneksi tersebut. Misalnya jika provider menentukan spec 1 GByte/bulan, maka ini artinya maksimal data yg dapat anda transfer melalui koneksi tersebut adalah 1 Giga Byte. Ini tentu berbeda dengan defenisi bandwidth yang dimaksud pada tulisan ini.

Berdasarkan defenisi pertama, maka jika bandwidth internet anda 384kbps artinya dalam satu detik dapat dikirimkan data sebanyak 384 kilo bit (kb). Jika anda memaksa untuk menggunakan satuan Byte (satuan yg lebih kita akrabi) maka bagi aja angka tersebut dengan 8 (sebab 1 Byte= 8 bit) sehingga menjadi 384kb/8= 48 kByte. Dan sekarang kita dapat berkata bahwa dengan bandwidth 384kbps tersebut dalam waktu 1 detik dapat terkirim data sebesar 48 kB, yg berarti juga untuk data sekitar 500 kB (genapan dari 480 kb) maka waktunya sekitar 10 detik, dan jika data tersebut 1MB (2 x 500kB) maka waktunya menjadi 20 detik (2 x 10). Hitungan ini cuma kira2 saja dan tentu saja masih sangat kasar. Kenapa kasar ? Karena ternyata 1 kilo (K) dalam IT tidak benar-benar 1000 (seribu), dan 1 mega (M) tidak benar2 1000.000 (sejuta). Tepatnya di dunia IT 1 kilo itu adalah 1024 dan 1 mega adalah = 1048576. Dalam kaitan dengan masalah transfer data bit di atas, ternyata selama proses transfer terjadi, terlibat juga (ikut ditransfer) bit-bit lain (misalnya bit pengontrol transmisi), sehingga bit yg ditransfer melebihi dari data yg sesungguhnya. Belum lagi masalah propogasi (tergantung media) dan delay antrian (masalah kelincahan device perantara) yang turut juga menentukan waktu transfer (latency) ini.

Ah… ini kok jadi terlampau teknis …

Baiklah, kembali ke pertanyaan awal di atas,“Kenapa koneksi internet menjadi lambat ?“.

Ini pertanyaan standar yg sering diajukan para user ke provider, ke admin, atau ke petugas IT lain yg sejenis. Ini bisa saja terjadi karena user merasa ada ketidak-wajaran akibat dari defenisi kewajaran berinternet yang dia pahami, dan/atau akibat rangsangan nafsu yg kelewat tinggi dalam hal ber-internet-ria-an tersebut.

Napa ini terjadi ya ?

Untuk memahami fenomena ini tentu kita sebaiknya mencari informasi yg se-objektif-nya, karena kalo tidak, akan ada-ada saja yang mengeruk di air yg keruh sebagai celah pemanfaatan bahkan semacam pemaksaan agar terjadi deal bisnis [baru]. Baik

saya menawarkan corat-coret berikut untuk mengulas permasalahannya dan mengajak anda berdiskusi (menambah informasi) melalui pemaparan sejumlah alasan yg pernah saya ditemui. Mungkin saja lambatnya (ke-lemotan) koneksi internet anda akibat dari beberapa hal berikut :

1. Karena besar bandwidth yang disewa dengan jumlah terminal yang menggunakannya berada di bawah standar kenyamanan. Misal bandwidth yang anda sewa 256kbps dan terminal yang lagi konek ke internet 50, maka rata-rata (jika memang rata) akan mendapat 256/50 = 5.12 kbps. Ini berada dalam level ketidaknyamanan berinternet (<10kbps), jika sekedar dikaitkan dengan bandwidth saja.

Saran cara mengatasinya : tentu dengan menaikkan besar bandwidth yg disewa. Sejumlah provider untuk kalangan corporate menawarkan bandwidth mulai dari 64kbps, 128kbps, 256kbps, 512kbps, 1Mbps, dan seterusnya. Tawaran besaran bandwidth ini juga diiringi dengan tawaran rasio-nya seperti : 1:1 (clear), 1:4, 1:8, 1:16 dan seterusnya. Akhirnya anda juga akan ditawari dengan sejumlah cara (media) koneksi jika memang alternatif lain dimiliki oleh provider tersebut, katakanlah apakah melalui : wireless, kabel atau fo.

2. Karena sejumlah terminal/user menggunakan bandwidth melebihi jatah rata2 yang semestinya, sehingga sebagian user kehilangan jatah nyamannya. Misal bandwidth yang disewa 256kbps dan terminal yang lagi menggunakan hanya 20, berarti rata2 semestinya mendapat 256kbps/20 = 12.8kbps, dan ini berada dalam zona kenyamanan (>10kbps). Tetapi ternyata ada beberapa user yang aktivitasnya sangat mnyedot bandwidth, misal aktivitas download, upload dan turunannya yg semacam itu, maka terganggulah kenyamanan teman2 lain sesama komunitas.

Saran cara mengatasinya : Setiap user diberitahu agar mau menahan nafsu downloadnya atau gunakan bandwidth/user/service management, yaitu semacam aplikasi yg diletakkan di server yg dapat mengontrol bandwidth, dan service yg digunakan oleh setiap user/client.

3. Bandwidth yang disewa cukup besar (misal 384kbps) tetapi oleh karena tidak clear (1 : 1) maka bandwidth tersebut berbagi pakai dengan tetangga sebelah. Misal jika anda menyewa bandwidth 1:4, ini artinya ada 3 tetangga lain di luar corporate anda yg juga menggunakan jatah tersebut. Layanan Speedy yang ditawarkan PT. Telkom kabarnya ( dari hasil ngobrol dgn salah seorang petugas lapangan) ternyata memiliki ratio 1:8. Beberapa provider internet [swasta] umumnya secara terang2 an menyatakan pilihan (menu) ratio bandwidth yang diperdagangkannya.

Saran cara mengatasinya : Sewa-lah bandwidth yg clear (1:1), atau jika tidak mampu berdoalah agar tetangga anda di sebelah (untuk 1:8 berarti anda memiliki 7 tetangga) tidak menggunakan internet seheboh (serakus) para user di corporate anda.

4. Karena traffik internet secara keseluruhan (situasi di tengah perjalanannya) memang lagi padat. Internet adalah interkoneksi berbagai jaringan melalui suatu device utama yg disebut dengan router. Perjalanan data menuju tujuannya akan ditransfer melalui satu router ke router lain. Jika router2 tersebut gagal menentukan jalur terbaik bagi lintasan data anda, maka bisa saja data tersebut berputar dari satu lokasi ke lokasi lain sebelum [benar-benar] tiba ke tujuannya.

Saran cara mengatasinya : Biasakan baca bismillah setiap di awal bekerja… Artinya berdoalah agar setiap data milik anda akan melewati jalur yg lurus dan benar, dan diridhai-NYA.

5. Karena server yg sedang anda akses dalam kondisi sangat sibuk dalam melayani client lain yg juga turut mengakses. Misal anda lagi mengakses server Yahoo dan pada saat yg sama sejumlah besar user lain juga mengakses server Yahoo tersebut sehingga jadinya anda mendapat waktu antrian yg cukup lama.

Saran cara mengatasinya : Jangan ngotot utk mengakses server yg lagi sibuk. Gitu aja kok repot. Tapi biasanya untuk server yg berlevel profesional pasti kinerja dari server tersebut selalu di-upgrade oleh pengelolanya. Besok2 coba aja lagi.

6. Karena komputer yg anda gunakan terjangkiti penyakit malicious program (virus, trojan dan sejenisnya) yg mampu me-lemotkan akses anda. Sejumlah manusia2 (programmer) berbakat telah memproduksi program yang sifatnya dapat melemahkan bahkan merusak sistem. Katakanlah mereka adalah manusia2 hebat yg beraliran hitam dan kita2 adalah korban kehebatan sekaligus kehitaman mereka.

Saran cara mengatasinya : Cara paling ampuh agar komputer anda tak terjangkiti ”virus” dari internet adalah dengan menjauhkan komputer anda dari internet itu sendiri. Ini saran serius lho, sebab saran ini direkomendasi oleh William Stalling sendiri sebagai salah satu ahli yg buku2 IT-nya banyak dipakai dimana2. Saran lain anda diharap berhati2 dalam memilih server yg dikunjungi, karena beberapa situs seringkali memasang perangkap untuk pengunjungnya. Dan terakhir, pasang juga program anti virus yg anda percayai.

7. Karena provider jasa internet belum paham untuk bermain jujur. Mereka ibaratnya menggunakan timbangan palsu, di alat timbangannya 1 kilogram padahal aslinya 800 gram. Dalam hal ini kita sendiri sebagai user juga kesulitan untuk membuktikannya. Tau kenapa ? Karena sampai saat ini tidak ada alat pengukur bandwidth yang standar atau yg disetujui bersama, cmiiw.

Saran cara mengatasinya : Jika anda (corporate anda) profesional maka buatlah MoU yg detail (berpihak ke anda) sebelum deal transaksi benar2 terjadi. Atau dengarkan (koleksi) keluhan2 pelanggan sebelumnya terhadap provider tersebut. Tetapi biasanya, semakin jujur sang provider maka semakin mahal harga kestabilan bandwidth yg ditawarkannya. Kejujuran di jaman ini memang mahal, ah ini memang jaman sial.

8. Karena ukuran kenyamanan berinternet anda di atas rata2. Dalam hal ini kenyamanan bisa berarti waktu transfer dan bisa juga ditambah dengan kstabilan koneksi.

Saran cara mengatasinya : Kalo anda membutuhkan koneksi broadband yakinkan bahwa anda memang benar2 membutuhkannya (menurut FCC broadband adalah bandwidth 200kbps ke atas, tentu saja ukuran ini untuk per satu koneksi, bukan keroyokan). Koneksi kualitas broadband terutama dibutuhkan untuk layanan data streaming semacam aplikasi video conference. Apakah anda membutuhkan itu ? Jika tidak, fokuskan aja pada kstabilan koneksi anda.

Itu saja dulu…,

Tapi, percayalah bahwa ini cuma corat-coret doang ! Makanya gak akan nyampe sejuta-an gitu lah …

Sumber : Herianto (herianto.unsada.ac.id)


Responses

  1. thanks atas sarannya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: